Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PUSAKA TONGKAT KOMANDO WALIKUKUN CAMAT CEPU, DARI JURU KUNCI MBAH NDORO BALUN

Jumat, 15 Oktober 2021 | 18.42 WIB Last Updated 2021-10-15T12:14:59Z



Jurnalis : Prihandoko Mukti

Blora, PANI News.- Situs Mbah Ndoro Balun Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah Indonesia, merupakan salah satu kearifan lokal daerah, yang masih perlu dikembangkan lagi, dan banyak menyimpan tradisi yang belum banyak diketahui masyarakat.





Salah satu peninggalan di Situs Mbah Ndoro Balun, yang diperkirakan berusia kurang lebih 450 tahun adalah Pohon Walikukun Merah.

Pada suatu waktu, ada salah satu cabang yang sebesar paha orang dewasa patah akibat angin, dan kemudian Juru Kunci Situs Mbah Ndoro Balun mendapat mimpi, dari cabang pohon yang patah tersebut untuk dibuat rangka dan gagang pusaka yang dari dulu belum ada, serta pegangan pusaka tombak, menurut Juru Kunci Mbah Ndoro Balun, Mbah Yon mengatakan : "Waktu itu saya bermimpi, bahwa dari cabang yang patah untuk dibuatkan rangka dan gagang keris, serta pegangan tombak dan rangkanya, kemudian juga untuk dibuat tongkat komando yang deberikan kepada pemangku jabatan seperti sesepuh adat, lurah, camat, bupati, gubernur sampai presiden". Ceritanya.

Camat Cepu, Drs. Bambang Soegiyatno MM, saat menerima tongkat komando tersebut mengatakan : "Matur suwun Mbah, mugi mugi kulo saged njogo amanah meniko". Ungkapnya.

Sedangkan Pribadi, yang masih Sedulur Mbah Ndoro dari Trah Nglanjuk yang merupakan pembuat tongkat komando kayu walikukun mengatakan : "Saya sangat bangga bisa membuat karya, untuk membuat tongkat komando yang diamanahkan dari Mbah Yon, sudah 3 karya saya yang dipesan Mbah Yon, 1 Ketua Pasukan Adat Nusantara Indonesia Dewan Pengurus Daerah I Provinsi Jawa Tengah, 2 Lurah Balun, 3 Camat Cepu, dan ada satu lagi untuk Sedulur Mbah Ndoro yang dipesan Mbah Yon, dari Trah Janjang yang saat ini menjadi Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia Dewan Perwakilan Cabang Kabupaten Blora". Ceritanya.

Dalam kunjungan tersebut, semua sudah memakai prokes, kecuali saat berfoto.
×
Berita Terbaru Update