Jurnalis : Lukyati/Bambang Purnomo
Purbalingga, PANI News.- Kunjungan PANI Purbalingga Ketempat Dampa Tanah Longsor di Desa Maribaya pada 22/11/2025.
Kepada media, Sekretaris PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia) DPD I Kabupaten Blora, Bambang Purnomo mengatakan, “Alhamdulillahirobbilalamin saya selau sekretaris PANI (Pasuan Adat Nusantara Indonesia) Kabupaten Purbalingga dapat berkunjung langsung ke tempat lokasi bencana tanah longsong, tepatnya di Dusun Karang Tengah Desa Maribaya RT 004 RW 002 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga, setelah datang ke sana untuk menemui beberapa warga yang terdampak bencana, ataupun yang tidak terdampak bencana.
Untuk itu kami sedikit memberikan informasi bahwa yang terdampak bencana sekitar 22 rumah, ada beberapa rumah yang tidak terdampak, tapi dari pemerintah setempat atau bapak Kepala Desa tidak menyarankan untuk lokasi tersebut di dirikan sebuah bangunan kembali, untuk itu seluruh keluarga yang terdampak sejumlah 80 orang, di tempatkan di daerahnya masing-masing, baik di tempatnya saudara, ataupun di lokasi-lokasi terdekat, dan bahkan ada yang ngontrak yang tidak jauh dari lokasi dukuh Karang Tengah Desa Maribaya.
Kami datang ke sana memberikan doa dan harapan agar dari kejadian tanah bergerak di Desa Maribaya, ini menjadi sebuah contoh kepada manusia untuk selalu menjaga lingkungannya, dan mempertahankan alam, sehingga Insya Allah untuk tanah Purbalingga, wabil khusus itu dapat “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo”.
Menurut salah satu warga yang saya temui, Ibu Suwarni warga setempat yang dekat sekali dari lokasi tanah bergerak dan terdampak bencana dan Leli, terdampak bencana sehingga rumahnya tidak layak untuk di pakai kembali, dan sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah dan stekholder untuk memperhatikan warga-warga terdampak, sehingga bisa mengurangi beban penderitaan mereka.
Hasil kunjungan langsung kami dilokasi, mereka sangat mebutuhkan makanan siap saji, karena alat-alat dapur mereka ketelan tanah bergerak, kurang Lebih 7 Meter kedalamannya, menurut data geologi sedalam 25 meter alat kebencanaan seperti sirine tertelan bumi”. Ungkapnya.
