Jurnalis : Suparmin
Menurut Kang Abas, "Teori tentang bisnis media, karena saya tidak terlalu berani, karena saya baru sadar hari ini kita bersama-sama memasuki era konvergensi media.
Yang mana saya ragu apakah saya bisa melewati dengan selamat dan dalam keadaan masih hidup.
Jadi istilah contoh konvergensi, saya kira teman-teman wartawan juga sudah paham semua. Yang sudah telah bergabung atau menyatu, ibarat sungai ke sekian sungai yaitu masuk kepenguaran dan ujungnya di laut.
Kita yang awalnya berbagi aliran akhirnya menjadi satu di aliran itu.
Kalau dulu kita merasa berbeda, suatu contoh wartawan pagi minder kalau bertemu wartawan televisi, karena pasti akan rebutan kawasan itu untuk diliput, karena narasumber lebih bangga kalau diliput televisi karena ada wadahnya.
Begitu juga wartawan mingguan minder dengan wartawan harian, karena beritanya tidak muncol besok, dan beritanya masih menunggu seminggu lagi.
Jadi kebanggaan itu tempuran, itu dulu. Tapi sekarang sudah beda, karena era media digital ini. Karena walaupun koran saya ini mingguan, berita yang saya liput sekarang nanti juga terbit secara online. Maka sekarang nyalinya sama dengan online.
Tadi kita mengikuti reses di Aula Sekda, kita belum turun dari tangga, berita sudah muncol lengkap dengan fotonya dan lain- lain secepat itu. Nah itu kita memasuki era konvergensi era pembangunan". Ungkapnya.
