Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kunjungan PANI Jateng ke Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong di Cilacap

Rabu, 20 Mei 2026 | 00.38 WIB Last Updated 2026-05-19T17:38:04Z



Jurnalis : Karsun

Cilacap, PANI News.- Kunjungan Ketua PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia) Provinsi Jawa Tengah ke Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong di Desa Pahonjean Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah pada, 19/5/2026.




Kepada media, Ketua PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia) Provinsi Jawa Tengah, RB Suryono Mertakusuma mengatakan, "Bermula dari petunjuk Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni, yang saat itu, sekitar tahun 2024 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, saat istirahat di kantin, dan sedang sama sama menikmati secangkir kopi, kami saling berkenalan tentang asal masing masing dari daerah mana.
Kemudian saat kami mengucapkan asal daerah kami, ternyata masih dari Kabupaten Cilacap.


Kemudian beliau bercerita tentang adanya Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong di Desa Pahonjean, yang langsung saya jawab, itu depan rumah almarhum Simbah saya tempatnya.

Kemudian, di tahun 2026 ini saya baru bisa melihat langsung tempat tersebut, bersama Kepala Biro PANI News, yang langsung menuju rumah juru kunci tempat tersebut, yang rumahnya tepat dibawah petilasan tersebut.


Sebelum menuju petisalan, Juru Kunci Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong, Mbah Supriyanto bercerita dirumahnya, tentang kisah tempat tersebut, "Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong memang benar saya yang menjadi petugas perawatan tempatnya, dan merupakan penerus orang tua saya, yang merupakan generasi ke 5.
Tapi keadaan tempatnya saat ini sangat memprihatinkan, karena dari cerita orang tua saya, terakhir direnovasi, kira kira sudah 50 tahun yang lalu, yaitu sekitar tahun 1976, itupun dari pendatang yang hajatnya terkabul.


Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong, biasanya pada musim politik ramai sekali yang datang, tapi yaitu, mereka langsung datang dengan tim suksesnya ke tempat tersebut, tidak datang terlebih dahulu ke tempat juru kuncinya, tidak seperti panjenengan, yang datang terlebih dahulu ke rumah juru kuncinya sebelum ke Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong.

Untuk rutinan di petilasan tersebut, biasanya setiap malam Jumat Kliwon, yang dari tradisi keluarga saya biasanya pada malam Jum'at Kliwon menyiapkan sesaji berupa kembang telon dan wedangan komplit.
Juga biasanya dari daerah lain juga banyak yang datang, namun yaitu, karena tidak kerumah saya ya saya tidak tahu, ketika pagi hari saya bersih bersih, sudah banyak bekas dupa atau menyan sisa semalam.


Monggo bila langsung ingin melihat". Ajak Juru Kunci Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong menuju ketempat petilasannya.
Setelah kami berjalan kurang lebih 5 menit, sampailah di Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong, yang juru kunci langsung mempersiapkan dupa dan merang untuk dibakar di Pendopo Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong.
Setelah juru kunci membakar dupa dan merang, kembali menjelaskan, "Beginilah kondisi saat ini, sangat menghawatirkan, lihat jalan utama yang dulu sebelum saya digunakan, kini terlihat rawan akan turun tanahnya, tetapi untuk 2 jalan akses masuk yang lain sudah bagus dan bisa dilewati sampai pelataran Petilasan Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong". Jelasnya.

Dari sejarah yang saya tahu dari kisah Damarwulan, memang Eyang Sabdo Palon dan Noyo Genggong merupakan yang merawat Prabu Brawijaya Kertabumi V Majapahit, sejak kecil hingga menjadi raja, namun tidak tahu kalau Petilasannya ada dekat dengan tanah kelahiran saya, saat masih sekolah SD". Ungkapnya.
×
Berita Terbaru Update