Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Salat Idul Adha di Baitunur, Bupati Blora Ketuk Pintu Langit

Rabu, 27 Mei 2026 | 15.20 WIB Last Updated 2026-05-27T08:20:24Z


Jurnalis : Suparmin 

Blora, PANI News.- Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman mengajak jamaah Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitunur Blora untuk mendoakan warga Blora yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci agar diberikan kesehatan dan kembali ke daerah sebagai haji yang mabrur dan mabrurah.

Bupati Arief juga mendoakan masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan berhaji agar dimudahkan menunaikan rukun Islam kelima tersebut pada masa mendatang.

Ajakan itu disampaikan Bupati Arief saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Salat Idul Adha, yang diikuti ribuan jamaah dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Rabu (27/5/2026).

Salat Idul Adha dipimpin Imam KH Muharror Ali, sedangkan khotbah disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora Dr H Roziqun SAg MPdI.

Dalam sambutannya, Bupati Arief menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian antarsesama.

“Hari ini, gema takbir membumbung tinggi, mengingatkan kita pada fondasi keimanan yang kokoh dari Nabiyullah Ibrahim AS dan keikhlasan mutlak dari Ismail AS. Idul Adha bukan hanya ritual tahunan menyembelih hewan kurban, tetapi momentum besar untuk memperkuat solidaritas sosial dan meneguhkan peran kita sebagai warga masyarakat yang baik,” ujar Bupati Arief.

Ia mengatakan pesan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar mengenai Idul Adha sebagai modal sosial kebersamaan sangat relevan diterapkan di Kabupaten Blora.

Karena itu, Bupati Arief mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara, tokoh agama, pengusaha hingga pemuda, menjadikan ibadah kurban sebagai pemantik gerakan sosial yang lebih luas.

“Melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Blora untuk menjadikan ibadah kurban sebagai pemantik gerakan sosial yang lebih masif,” katanya.

Sementara itu, dalam khotbahnya, Dr H Roziqun mengingatkan bahwa makna berkurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan ternak, tetapi juga kerelaan mengorbankan kepentingan pribadi demi kesejahteraan bersama.

“Berkurban saat ini tidak hanya diartikan menyembelih sapi atau kambing, melainkan kerelaan untuk mengorbankan ego pribadi, menyisihkan sebagian rezeki, serta mendonasikan waktu dan tenaga demi kesejahteraan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Usai pelaksanaan Salat, Bupati Blora Arief Rohman menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia Masjid Agung Baitunur Blora.

Panitia mencatat, pada Idul Adha tahun ini terdapat lima ekor sapi dan sembilan ekor kambing yang disembelih di Masjid Agung Baitunur untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Di Gor Mustika

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Hj Sri Setyorini melaksanakan Salat Idul Adha di halaman GOR Mustika Blora bersama masyarakat. Shalat dipimpin Imam Ustadz Armin Nurhartanto, sedangkan khutbah disampaikan Ustadz Budi Sudiarso.

Dalam sambutannya, Sri Setyorini menekankan pentingnya menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Wabup mengutip pesan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar bahwa Idul Adha tahun ini, yang dirayakan serentak oleh umat Islam di Indonesia, harus menjadi modal sosial yang kuat untuk mempererat persatuan.

“Melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Blora, para aparatur sipil negara, tokoh agama, pengusaha, hingga pemuda, mari kita jadikan ibadah qurban tahun ini sebagai pemantik gerakan sosial yang lebih masif,” ujar Sri Setyorini.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memperhatikan pemerataan distribusi hewan kurban, khususnya bagi wilayah pelosok yang masih minim penerimaan daging kurban.

“Jika di satu rukun tetangga atau desa terdapat kelebihan hewan qurban, distribusikanlah secara merata ke wilayah pelosok Blora yang masih minim hewan qurban. Jangan biarkan ada warga kita yang merayakan hari raya ini dalam kelaparan atau merasa diabaikan. Inilah esensi sejati dari Sesarengan mBangun Blora yang berlandaskan nilai-nilai kesalehan sosial,” katanya.
×
Berita Terbaru Update