Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mas Lanova Chandra Dorong Hilirisasi Pertanian untuk Dongkrak Ekonomi Rakyat Blora

Senin, 26 Januari 2026 | 11.59 WIB Last Updated 2026-01-26T04:59:23Z


Jurnalis : Andik Wahyu Purnomo

Blora, PANI News.- Upaya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan terus dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Lanova Chandra Tirtaka. Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Blora yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora.

Mas Lanova sapaan akrabnya, melakukan kunjungan kerja ke PT Agrinas Pangan Nusantara, salah satu BUMN yang bergerak di sektor pangan dan Pertanian Nasional, pada 22/1/2026.

Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas peluang kerja sama konkret antara Pemkab Blora dengan PT Agrinas Pangan Nusantara, khususnya dalam pengembangan hilirisasi sektor pertanian dan peternakan yang berbasis pada potensi lokal Kabupaten Blora.

Kepada media, Mas Lanova mengatakan, "Dalam kesempatan itu, rombongan Pemkab Blora dan manajemen PT Agrinas Pangan Nusantara melaksanakan rapat pembahasan sejumlah poin kerja sama yang memungkinkan untuk segera direalisasikan di Kabupaten Blora. Pembahasan difokuskan pada pemetaan potensi komoditas unggulan daerah, kesiapan infrastruktur, serta skema kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat petani.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Blora merupakan salah satu daerah dengan potensi pertanian yang sangat besar di Provinsi Jawa Tengah. Blora dikenal sebagai lumbung jagung dan padi, dengan luasan lahan pertanian yang produktif dan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan regional. Selain itu, Blora juga tercatat memiliki populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah, yang menjadi kekuatan utama sektor peternakan daerah.

Potensi besar tersebut, harus diimbangi dengan langkah hilirisasi yang serius agar nilai tambah hasil pertanian dan peternakan tidak hanya dinikmati di hilir luar daerah, tetapi benar-benar berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat Blora". Ungkapnya.

Selain itu, dalam forum tersebut, Mas Lanova menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai BUMN yang dinilainya memiliki kepedulian nyata terhadap kondisi petani dan peternak di Indonesia, khususnya di Kabupaten Blora.

Ia menegaskan bahwa kehadiran BUMN di sektor pangan bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang keberpihakan pada petani, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi rakyat, dan menambahkan,

“Alhamdulillah, pertemuan yang awalnya tidak direncanakan pada minggu lalu bersama Bapak Direktur ternyata membuka ruang diskusi yang sangat luas. Dari pertemuan itu, banyak hal strategis yang bisa kita bahas. Hari ini saya mengajak delegasi yang lebih lengkap dari jajaran Pemkab Blora, yang pada intinya bagaimana kita bisa membangun kerja sama nyata untuk meningkatkan ekonomi rakyat Blora dan membuka peluang kerja sebesar-besarnya bagi warga Blora.” Ujarnya.

Lebih lanjut, Mas Lanova menekankan, "Bahwa hilirisasi pertanian menjadi kunci agar petani tidak hanya berhenti pada proses produksi bahan mentah, tetapi juga terlibat dalam rantai nilai pengolahan, distribusi, hingga pemasaran. Dengan demikian, petani dan peternak Blora dapat memperoleh nilai tambah yang lebih adil dan berkelanjutan.

Pihak PT Agrinas Pangan Nusantara pun menyambut baik inisiatif dan komitmen Pemkab Blora. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan program-program kerja sama yang konkret, mulai dari pengolahan hasil jagung dan padi, pengembangan industri turunan peternakan sapi potong, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis Wakil Ketua DPRD Blora bersama Pemerintah Kabupaten Blora dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus menegaskan komitmen daerah untuk menjadikan pertanian dan peternakan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi rakyat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, BUMN, dan masyarakat, Kabupaten Blora diharapkan mampu bertransformasi dari daerah penghasil bahan mentah menjadi wilayah yang kuat dalam industri pangan berbasis kerakyatan, berdaya saing, dan berkelanjutan". Pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update