Jurnalis : B Slamet
Semarang, PANI News.- Ketua PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia) Provinsi Jawa Tengah sampaikan siap berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah tentang penanganan sampah, yang dimulai dari sumbernya, pada 24/2/2026.
Ketua PANI Jateng biasa disebut, RB Suryono Mertakusuma kepada media menyampaikan, "Alhamdulillah, saya dapat bertemu langsung dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah n (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, S.T., M.T., yang saat ini aktif memimpin berbagai program, seperti Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta penanganan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) dan mitigasi bencana lingkungan, yang juga tidak menyangka akan dikunjungi Ketua PANI Jawa Tengah, bahkan baru mendengar ada organisasi tersebut.
Dan saya langsung jelaskan Organisasi PANI Jawa Tengah sudah ada dan tercatat di Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah sejak Tahun 2019, namun karena saat itu ada pandemi ya sekretariatnya sementara sampai saat ini masih di Kabupaten Blora.
Selain itu, saya menyampaikan kepada beliau, bahwa PANI Jateng dan Pengurus PANI Tingkat Kabupaten yang sudah terbentuk seperti, di Blora, Grobogan, Rembang, Demak, Jepara, Pemalang, Kendal, Cilacap, Semarang dan terbaru di Kabupaten Purbalingga, siap berkolaborasi untuk mendukung penuh Program Asri, untuk menjadikan Jawa Tengah Zero Waste/Nol Sampah.
Dari kurang lebih 30 menit kami berdiskusi, ternyata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah juga masih ada garis darah biru, yaitu dari simbahnya yang ternyata dari Yogyakarta, juga beliau masih melestarikan Seni Ebeg Banyumasan, terbukti memajang Jaran Kepang di kantornya, dan jaran kepang tersebut berwarna merah, dari cerita beliau sebenarnya ada juga jaran kepang warna putih, tapi dipinta putranya yang masih aktif dipaguyubannya.
Kembali tentang pengelolaan sampah yang belum lama ini sempat viral di kabupaten Blora tepatnya di kecamatan Cepu, saya mengajukan 1 unit mobil sampah untuk membantu angkut menuju TPA Cepu, karena dari data yang ada hanya 1, beliau menjawab, kalau untuk mobil sepertinya berat, coba jenengan ajukan Gerobak Motor Sampah saja njih', jawab beliau, yang kemudian saya jawab, siap bapak". Ungkapnya.
