Jurnalis : Suparmin
Blora, PANI News.- Festival Budaya Kraton Djipang dan Haul Pangeran Aryo Penangsang Tahun 2026 Sukses di Gelar pada 14-15/2/2026.
Bertempat di Taman Tuk Buntung Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah, Ketua Yayasan Kraton Djipang, Kusharyadi, kepada media mengatakan, "Itu memang haulnya baru pertama kali ini. Dan didukung masyarakat juga, ini ada PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia), ada MATRA (Masyarakat Adat Nusantara) juga masyarakat dan Yayasan Kraton Djipang memberikan fasilitas untuk mengadakan kegiatan ini.
Untuk penyelenggarannya, diadakan dari tanggal 14 sampai tanggal 15 Februari 2026. Pertama ada kegiatan dialog Budaya yang diadakan di Desa Kentong, Kecamatan Cepu. saat itu ada yang datang dari Lasem, Rembang, juga hadir dalam kegiatan ini hingga malam pukul 02:00 wib dini hari pada tanggal 14/2/2026.
Topiknya memang membahas uger-uger, peninggalan dari Nenek Penangsang. Uger-uger koto jati, sejatine menungso, mulo wong urip iku kenek iso diarani percoyo marang batine dewe. Supoyo gegaman ora ilang ampune. Ngilmu seng kebak pemandene disuruh sabar narimo hening lan temen. Ojo bedakke liyo sapodo Ojo bedakke liyo kaweruh. ojo gempal atine ojo keli sakdurunge kecemplung banyu. jenengo tetulong sapodo urip, waspodo lan ati-ati.
Jadi itulah semua peninggalan Mbah Aryo Penangsang. Kemarin juga ada pameran pusaka juga, mereka juga melihat disana, termasuk jamasan, jadi kita rawat.
Fokusnya kita melestarikan budaya, mulai dari wayang itu juga peninggalan mbah ngudung juga. Dari wayang kulit, wayang krucil, Jatilan. Jaranan juga pusaka itu termasuk yang kita lestarikan.
Ada Undang-undang no 5 tahun 2017 komitmen tentang kemajuan budaya jadi berkomitmen mengarah melestarikan kebudayaan. Ada pertunjukan anak-anak, ada senam, ada barongan, ada , ada tari soreng dan lainnya.
Terima kasih atas pemerintahan daerah yang yelah mensupport support dalam kegiatan budaya ini.
Untuk kedepannya, mengharapkan ada lagi kedepannya ada suatu kebangkitan kembali. Yang sifatnya haul perlu kita tingkatkan lagi. kemarin juga ada beberapa wilayah juga hadir disini, dari lasem rembang, bojonegoro hadir ikut melestarikan. Pungkasnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melalui Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto' mengatakan, "Terkait Festival Budaya Kraton Djipang, khususnya di agenda Haul Arya Penangsang, Ini menjadi hal yang harus di tranmisikan lintas generasi.
Artinya bahwa haul salah satunya bentuk penghormatan terhadap leluhur itu, menjadi salah satu nilai harus dipedomani pula oleh kita-kita, cucu-cucu kita, generasi muda khususnya.
Haul ini menjadi pengingat bagi kita, semua yang masih hidup, akan semangat atau spirit dari beliau seorang raja tentunya, yang mana beliau juga menjadi bagian penting untuk membangun harmoni dalam bagi rakyatnya.
Dalam harmoni ini tentunya ada tata aturan yang sejak dulu kala ditetapkan, bagi seluruh tatanan masyarakat.
Masyarakat inilah yang pada gilirannya, tentu jadi salah satu unsur penumbuh nilai normalisme, toleransi, nilai-nilai kesemangat juangan untuk mencukupi kebutuhan hidup, nilai kepedulian, empati kepada sesama, itu diajarkan juga, termasuk gotong royong juga.
Disinilah nilai penting dari kegiatan-kegiatan ini, harus ditransisikan oleh generasi muda, Jangan hanya kegiatan ini hanya menjadi aksi simbolis saja, tapi aksi ini harus nyata menyentuh unsur-unsur generasi penerus kita, supaya dalam tahapan kelak merekalah pelakunya.
Yang kedua kaitannya dengan spirit nilai yang ada di Kerajaan Djipang dulu, misalnya terkait dengan budaya hidup, ruang hidup, semua nilai-nilai hidup itu pasti ada yang diajarkan disitu, contoh paling mendasar urusan kebutuhan dasar makan, mungkin di Djipang ada makanan jaman waktu dahulu. Mungkin dulu melegenda tapi sekarang sama-sama tidak tahu.
Tugas generasi muda adalah menggali, apa yang jadi potensi luar biasa jaman dulu. Kemudian dari menggali ini tentu akan mengembangkan menciptakan menjadi brand-brand kekinian tentunya. Namun dalam posisi pelestarian budaya apapun wujudnya baik itu warisan-warisan harta benda yang luar biasa, mulai dari sandang,pangan, papan rasa aman mencari kebahagian dalam pertunjukan dan sebagainya, itu patut digali oleh siapapun yang merasa dia warga Djipang. Jangan sampai hanya jadi satu temlate saja . Jadikan spirit untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang ada di wilayah Djipang itu sendiri". Terangnya.
Sedangkan menurut Ketua PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia) Provinsi Jawa Tengah, RB Suryono Mertakusuma mengatakan melalui pesan whatsapp, "Alhamdulillah Anggota PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia) Kabupaten Blora sukses mengawal Tamu Kehormatan yang hadir, khususnya Gubernur Jawa Tengah yang dalam hal ini di wakilkan Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif JawaTengah, Bopo Eris Yunianto, yang pada tahun 2023, juga sudah membantu melestarikan Seni Wayang Krucil Blora, dengan turut mementaskan diajang Internasional di Bali, dengan rekomendasi PANI saat itu merujuk ke Dalang Wayang Krucil Blora atas nama Ki Pasiran dari Desa Pojokwatu Kecamatan Sambong, yang bisa langsung dilihat di channel YouTube UNIMA FESTIVAL 2023.
Sedangkan Tamu Kehormatan yang berikutnya adalah PRA Barik Barlian Surowiyoto, dari data yang ada merupakan Zuriah dari Pangeran Surowiyoto Bin Raden Fatah dari Jalur Arya Mataram, dan dari kabar yang ada, saat ini diakui sebagai Raja DJipang 2, yang juga pernah membawa Seni Barongan Blora khas Jipangan dari Siswa/i SMP Negeri I Sambong, saat pentas di Alun Alun Kasepuhan Cirebon dalam rangka FKN (Festival Keraton Nusantara) XI Tahun 2017, dan bisa langsung dilihat melalui channel YouTube 'Keraton Jipang'.
Saat PRA Barik Barlian Surowiyoto, memberikan Medali Kehormatan
Foto Pengurus PANI Kabupaten Blora, saat mengawal Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah
Terima kasih juga atas medali kehormatan yang diberikan ke Anggota PANI Kabupaten Blora yang ikut mengawal beliau, seperti 1. Solikin 2. Suwardi, 3. Lastur, 4. Suparman 5. Supriyatno, dan 6. Priyo Hadinagoro". Ungkapnya.


